Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 51 Jawaban Semua Benar

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 51 Pembahasan kali ini mengenai soal dalam buku bahasa indonesia kelas 12 halaman 51 jenjang sma/smk/

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 51

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 51

Pembahasan kali ini mengenai soal dalam buku bahasa indonesia kelas 12 halaman 51 jenjang sma/smk/mak, kamu dapat melihat penjelasan jawaban berikut dibawah ini:

Contents

Tugas

Berdasarkan kutipan novel diatas lakukan kegiatan pengidentifikasian cerita ke dalam tabel di bawah ini

Baca Juga: 
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 39
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 42
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 105

Jawaban

1. Kutipan:
Di bawah bulan malam ini, tiada setitik pun awan di langit. Dan bulan telah terbit bersamaan dengan tenggelamnya matari. Dengan cepat ia naik dan kaki langit, mengunjungi segala dan semua yang tersentuh cahayanya. Juga hutan, juga laut, juga hewan dan manusia. Langit jernih, bersih, dan terang. Di atas bumi Jawa lain lagi keadaannya gelisah, resah, seakan-akan manusia tak membutuhkan ketenteraman lagi.
...
Struktur: Pendahuluan atau orientasi
Keterangan: Bagian ini menyajikan pengenalan atau informasi sekilas tentang latar dan tokoh yang terdapat dalam cerita.
2. Kutipan:
Sang Patih berhenti di tengah-tengah pendodop, dekat dengan damarsewu, menegur, " Dingin-dingin begini anakanda datang. Pasti ada sesuatu keluarbiasaan.Mendekat sni, anakanda." Dan Patragading berjalan mendekat dengan lututnya sambil mengangkat sembah, merebahkan diri pada kaki Sang Patih. "Ampuni patik, membangunkan Paduka pada malam buta beini kabar duka, Paduka. Balatentara Demak di bawah Adipati Kudus memasuki Jepara tanpa diduga-duga.
...
Struktur: Penyampaian Rangkaian Peristiwa
Keterangan: Bagian ini menyajikan berbagai peristiwa yang terjadi dalam cerita.

3.Kutipan:
" Bagaimana Bupati Jepara?" Tewas enggan menyerah Paduka, Patragading mengangkat sembah. " Sisa balatentara Tuban mundur ke timur kota. Jepara penuh dengan balatentara Demak. Lebih dari tiga ribu orang."
...
Struktur: Konflik
Keterangan: Bagian ini menyajikan konflik yang terjadi antara tokoh satu dengan tokoh lain dalam cerita.

4. Kutipan:

Seluruh Tuban kembali dalam ketenangan dan kedamaian-kota dan pedalaman. Sang Patih Tuban mendiang telah digantikan oleh Kala Cuwil, pemimpin pasukan gajah. Nama barunya WIrabumi. Panggilannya yang lengkap: Gusti Patih Tuban Kala CUwil Sang Wirabumi. Dan sebagai patih ia tetap memimpin pasukan ajah.
...
Struktur: Penyelesaian konflik atau resolusi
Keterangan: Bagian ini menyajikan solusi atas konflik pada bagian sebelumnya.

Jawaban Lain :
1. Kutipan: 
Di bawah bulan malam ini, tiada setitik pun awan di langit. Dan bulan telah terbit bersamaan dengan tenggelamnya matari. Dengan cepat ia naik dan kaki langit, mengunjungi segala dan semua yang tersentuh cahayanya. Juga hutan, juga laut, juga hewan dan manusia. Langit jernih, bersih, dan terang. Di atas bumi Jawa lain lagi keadaannya gelisah, resah, seakan-akan manusia tak membutuhkan ketenteraman lagi.
1. Abad Keenam Belas Masehi
Bahkan juga laut Jawa di bawah bulan purnama sidhi itu gelisah. Ombak-ombak besar bergulung-gulung memanjang terputus, menggunung, melandai, mengejajari pesisir pulau Jawa. Setiap puncak ombak dan riak, bahkan juga busanya yang bertebaran seperti serakan mutiara-semua-dikuningi oleh cahaya bulan. Angin meniup tenang. Ombak-ombak makin menggila.

Sebuah kapal peronda pantai meluncur dengan kecepatan tinggi dalam cuaca angin damai itu. Badannya yang panjang langsing, dengan haluan dan buritan meruncing, timbul-tenggelam di antara ombak-ombak purnama yang menggila. Layar kemudi di haluan menggelembung membikin tunas menerjang serong gunung-gunung air itu-serong ke barat laut. Barisan dayung pada dinding kapal berkayuh berirama seperti kaki-kaki pada ular naga. Layarnya yang terbuat pilinan kapas dan benang sutra, mengilat seperti emas, kuning dan menyilaukan.
- Struktur: Orientasi
- Keterangan: Berisi penjelasan tentang latar waktu dan dan situasi cerita yang akan diceritakan yakni di Laut Jawa kira-kira pada abad keenam belas masehi.

2. Kutipan: Sang Patih berhenti di tengah-tengah pendodop, dekat dengan damarsewu, menegur, " Dingin-dingin begini anakanda datang. Pasti ada sesuatu keluarbiasaan.Mendekat sni, anakanda." Dan Patragading berjalan mendekat dengan lututnya sambil mengangkat sembah, merebahkan diri pada kaki Sang Patih. "Ampuni patik, membangunkan Paduka pada malam buta beini kabar duka, Paduka. Balatentara Demak di bawah Adipati Kudus memasuki Jepara tanpa diduga-duga.
Struktur: Pengungkapan Peristiwa
Keterangan: Pada bagian ini penulis menyajikan terjadinya peristiwa yaitu balatentara Demak di bawah adipati kudus memasuki Jepara tanpa diduga-duga.

3.Kutipan: " Bagaimana Bupati Jepara?" Tewas enggan menyerah Paduka, Patragading mengangkat sembah. " Sisa balatentara Tuban mundur ke timur kota. Jepara penuh dengan balatentara Demak. Lebih dari tiga ribu orang."
Begitulah kata warta, "Pada meneruskan dengan hati-hati matanya tertuju pada Boris," Semua bangunan batu di atas wilayah kota, gapura, arca, pagoda, kuil,candi akan dibongkar. Setiap batu berukir telah dijatuhi hukuman buang ke laut tinggal hanya pengumumannya."
Struktur: Puncak Konflik
Keterangan: Pada bagian ini terjadi peristiwa besar yaitu terbunuhnya Bupati Jepara dan rusaknya bangunan-bangunan di Jepara.

4. Kutipan: Seluruh Tuban kembali dalam ketenangan dan kedamaian-kota dan pedalaman. Sang Patih Tuban mendiang telah digantikan oleh Kala Cuwil, pemimpin pasukan gajah. Nama barunya WIrabumi. Panggilannya yang lengkap: Gusti Patih Tuban Kala CUwil Sang Wirabumi. Dan sebagai patih ia tetap memimpin pasukan ajah.
Pasar kota dan bandar ramai kembali seperti sediakala, Lalu lintas laut, kecuali atas angin pulih kembali.
Struktur: Resolusi
Keterangan: Pada bagian ini terjadi penyelesaian konflik. Tuban dibangun kembali oleh Demak dengan menjadikan WIrabumi sebagai bupati.


5.Kutipan: Sang Adipati telah menjatuhkan titah: kapal-kapal Tuban mendapat perkenan untuk berlabuh dan berdagan di Malaka ataupun Pasai
Struktur: Koda
Keterangan: Akhir cerita ditutup dengan diizinkannya kapal Tuban berlabuh dan berdagang di Malaka.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 51



Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 51
Nextslides File Size 1011KB
Jika tidak mengunduh secara otomatis, klik Unduh lagi. Dan jika linknya rusak, silakan lapor melalui halaman Formulir Kontak blog ini.

Berikut ini merupakan pembahasan kunci jawaban Buku Bahasa Indonesia untuk Kelas 12 halaman 51 Pembahasan kali ini kita akan bahas latihan yang ada pada buku paket Bahasa Indonesia Tugas Halaman 51 Buku siswa untuk Semester 1 Kelas XII SMA/SMK/MA. Semoga dengan adanya pembahasan kunci jawaban Pilihan Ganda (PG) dan juga Esaay Bab 2 Menikmati Cerita Sejarah Kelas 12 ini, kalian bisa menjadi lebih giat untuk belajar. Kunci jawaban ini diperuntukkan untuk para pelajar yang sedang mengerjakan tugas Kurikulum 2013 (K13). Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kls 12 Tugas Hal 51. Kunci Jawaban lks Bahasa Indonesia Kelas 12 Semester 1 kurikulum 2013, Rukim Bahasa Indonesia Kelas 12, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Intan Pariwara, Rukim ID Bahasa Indonesia Kelas 12 Semester 2, Rukim Bahasa Indonesia Kelas 11 Semester 2, Buku Bahasa Indonesia Kelas 12 Intan Pariwara PDF, Kunci Jawaban Intan Pariwara Kelas 12 Bahasa Inggris, Kunci Jawaban Kimia Kelas 12 Intan Pariwara.

Berilah rating untuk penyemangat kami untuk menguplod tugas sekolah kalian

Post a Comment